Ensefalopati Adalah Kelainan Fungsi Otak Yang Harus Kamu Waspadai

Penjelasan

Menurut alodokter.com, otak bisa memiliki kelainan pada fungsi, dan juga strukturnya yang disebabkan oleh penyakit tertentu. Hal ini disebut juga dengan ensefalopati. Ensefalopati adalah suatu kelainan yang sifatnya sementara, tetapi juga bisa menjadi permanen saat pengidap tidak menindaklanjutinya dengan tepat. Maka dari itu memang membutuhkan penanganan yang segera diproses agar kelainan ini bisa disembuhkan.

Gejala

Gejala pada ensefalopati dapat juga berupa kondisi berubahnya mental, contohnya adalah hilangnya kemampuan untuk berkonsentrasi, terganggunya koordinasi untuk bergerak, juga hilangkan kemampuan dalam mengambil sebuah keputusan. Tidak hanya perubahan mental, gejala untuk ensefalopati pun bisa juga dari saraf. Di antaranya adalah sulitnya ketika hendak menelan dan berbicara, melemahnya otot-otot yang terjadi pada bagian-bagian tubuh, kejang-kejang, anggota tubuh yang mengalami kedutan, menurunnya kondisi kesadaran yang dimulai dari mudahnya mengantuk serta pingsan.

Penyebab

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ensefalopati. Yaitu antara lain:

  • Tekanan darah yang terlalu tinggi dan sebaliknya, terlalu rendah.
  • Masalah gagal ginjal.
  • Cedera di kepala.
  • Penyakit hati yang termasuk juga penyakit kuning.
  • Kurangnya oksigen untuk otak seperti yang diakibatkan kurangnya darah maupun bisa juga karena peradangan atau infeksi.
  • Penyakit-penyakit seperti sapi gila, Hashimoto, dan Lyme.
  • Kurangnya kandungan vitamin B1 di dalam tubuh yang disebabkan oleh kecanduang minuman beralkohol.
  • Otak yang mempunyai kandungan protein glisin yang terkaky tinggi.
  • Gangguan pada elektrolit.

Diagnosis

Dokter bisa mengetahui apakah seorang pasien mengidap ensefalopati ataukah tidak ialah dari gejala-gejala yang muncul seperti yang sudah dituliskan di atas.  Cara dokter untuk mengetahui penyakit ensefalopati adalah juga dapat mengetahui dari mana penyebabnya berasal berdasarkan riwayat dari kesehatan, kemudian dari pemeriksaan secara fisik, salah satunya adalah pemeriksaan untuk tekanan darah. Agar lebih jelas lagi, ada beberapa tahapan tes yang harus dilakukan. Antara lain:

  • Untuk mengetahui adanya infeksi atau peradangan dan kurangnya darah, bisa melakukan tes hitung darah lengkap.
  • Untuk mengetahui adanya infeksi juga, dapat melakukan kultur kuman yang berasal dari contoh darah dan juga bisa diambil dari cairan-cairan di dalam tubuh.
  • Agar kamu dapat tahu kadar oksigen di dalam tubuh dan darah bisa melakukan tes analisis untuk gula darah.
  • Tes adanya kadar racun dan kadar obat di dalam darah.
  • Agar bisa mengetahui kadar dari gula, elektrolit, dan zat-zat lainnya yang mesti diolah serta dibuang dari ginjal dan hati, pasien dapat melakukan tes untuk zat kimia pada darah.
  • Kemudian ada tes untuk fungsi ginjal dan hati.
  • Untuk mengetahui adanya kelainan struktur pada otak, dapat melakukan MRI ataupun CT scan.
  • Untuk mengetahui adanya gangguan di aliran darah pasien, yang menuju otak, bisa melakukan tes USG doppler.
  • Terakhir untuk mengetahui kelainan pada gelombang listrik di otak, dapat melakukan tes EEG atau elektroensefalografi.

Pengobatan

Cara untuk mengobati ensefalopati adalah berbeda-beda dan beragam. Semuanya tergantung dari penyebab awal mula kemunculan penyakit ini. Pada umumnya yaitu melakukan pemberian tambahan oksigen untuk pasien, melakukan infus cairan, nutrisi, serta elektrolit, mengonsumsi obat-obatan seperti antibiotik, penambah darah, menurunkan tekanan darah dan laktulosa, dan melakukan transplantasi ginjal atau cuci darah pada jenis ensefalopati uremik. Menjaga makanan dan gaya hidup agar tidak semakin parah pun bisa kamu lakukan.

Itulah ulasan penjelasan mengenai ensefalopati adalah kelainan fungsi otak yang harus kamu waspadai. Jika memang kamu memiliki gejala seperti yang disebutkan di atas, segera hubungi dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *